NEW Model Blog Education, SBMPTN,USM,UTUL UGM,SIMAK UI ,STAN,STIS.

Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Wednesday, May 30, 2018

no image

Testimoni


  • Buat teman teman pateron. Silahkan berikan testimoni kalian ya tentang program program yang telah kami jalankan .
  • Kalian juga bisa menyampaikan kritik ataupun saran terhadap program kami.
  • Jika kalian memiliki request buat next program,bisa banget nih kalian sampaikan disini .
  • Terimakasih :) Semoga sukses

Monday, May 21, 2018

PROGRAM SUPER AMBIS UTUL UGM 2018

PROGRAM SUPER AMBIS UTUL UGM 2018




SUPER AMBIS UTUL UGM 2018
Program pelatihan online yang disiapkan khusus kamu yang ingin memantapkan persiapan ujian masuk ugm sejak dini dan terfokus. Di Bulan ramadhan ini kami spesial mengadakan program untuk menghadapi utul ugm 2018.

Monday, November 7, 2016

no image

Puisi Berantai Tentang Kesehatan dan Jiwa Penerus bangsa (KOCAK)


Hidup bersih adalah kewajiban yang harus kita lakukan
Kebersihan merupakan faktor utama kesehatan
Untuk itu harus dilakukan oleh

Thursday, October 6, 2016

no image

Puisi tentang Bencana Alam dan Analisisnya

Tsunami ?

Berawal dari bumi yang bergoyang
Kau bawa kepanikan
Berlanjut ketika laut kau surutkan
Tiba-tiba,
Apa yang terjadi?
          Indahnya pantai tak ada artinya lagi
          Ikan-ikan yang sekarat tak menarik nelayan lagi
          Ombak setinggi belasan meter
          Ombak dengan kecepatan super
          Disertai gemuruh yang membelah angkasa  
Hamcurkan, luluh lantakkan, segalanya
Tak terhenti oleh segalanya
Tak mengenal apa dan siapa
Kecuali... Tuhan!
Ya! Tuhanlah yang menciptakan ini semua
          Dan nanti pada akhirnya,
          Dia tunjukkan segala kebesaran-Nya
          Sesuatu yang mustahil tertembus akal manusia
Apakah kita tetap tak sadar?
Dibutakan oleh keindahan dunia
Hingga Tuhanpun menimpakan adzabnya
Bukankah Tuhan sedang mengingatkan hamba-hambanya?      


Analisis Puisi

*     Diksi atau Pemilihan Kata
Contoh :
-  Berawal dari bumi yang bergoyang
Bergoyang : gempa bumi, berguncang
-  Sesuatu yang mustahil tertembus akal manusia
Tertembus : terpikirkan, teringat, terjangkau
-  Dibutakan oleh keindahan dunia
Keindahan dunia : harta, hawa nafsu
-  Hingga Tuhanpun menimpakan adzabnya
Adzabnya : bencana, tsunami, gempa bumi, penderitaan

*     Pelambangan
Contoh :
-  Berawal dari bumi yang bergoyang : Tsunami ini diawali dengan terjadinya gempa bumi
-  Berlanjut ketika laut kau surutkan : Setelah gempa bumi, air laut menjadi surut
-  Ikan-ikan yang sekarat tak menarik nelayan lagi : Nelayan tidak lagi mengambili ikan-ikan yang sedang sekarat pinggir pantai karena datang ombak besar
-  Disertai gemuruh yang membelah angkasa : Suara ombak yang sangat keras
-  Dibutakan oleh keindahan dunia : Manusia banyak yang melupakan Tuhan karena mencari keindahan dunia dan melupakan akhirat

*     Rima
-  Onomatome
Contoh :
Tiba-tiba,
Ikan-ikan yang sekarat tak menarik nelayan lagi
Bukankah Tuhan sedang mengingatkan hamba-hambanya?

-  Persajakan
Contoh :
... meter                                     ... kepanikan
... super                                                ... surutkan

  ... segalanya                                ... dunia
  ... siapa                                       ... adzabnya
  ... segalanya                               ... hamba-hambanya

-  Pengulangan kata atau kalimat
Contoh :
Ombak setinggi belasan meter
Ombak dengan kecepatan super

Hancurkan, luluh lantakkan, segalanya
Tak terhenti oleh segalanya

Tak terhenti oleh segalanya
Tak mengenal apa dan siapa

*     Tipografi atau Wujud Puisi
_________________
_________________
_________________
_________________
_________________
    __________________
    __________________
    __________________
    __________________
    __________________
_________________
_________________
_________________
_________________
_________________
    __________________
    __________________
    __________________
_________________
_________________
_________________
_________________

*     Majas
-  Personifikasi
Contoh :
Berawal dari bumi yang bergoyang

-  Hiperbola
Contoh :

Disertai gemuruh yang membelah angkasa

Wednesday, April 13, 2016

no image

Prediksi Soal UN SMP/MTs 2016 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia


Prediksi Soal UN SMP/MTs 2016 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Tuesday, April 12, 2016

Ludwig vanBeethoven, Komponis yang Tuli

Ludwig vanBeethoven, Komponis yang Tuli

Ludwig vanBeethoven, Komponis yang Tuli

            Ludwig vanBeethoven (dibaptis 17 Desember 1770, wafat 26 Maret 1827 di Wina) merupakan seorang komponis musik klasik dari Bonn, Jerman. Ia adalah pianis yang sangat berbakat, musiknya sangat memukau dan orisinil. Ia dipandang sebagai satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Ia merupakan orang terakhir dalam tiga serangkai komponis klasik dari Wina, yakni Haydn, Mozart, dan kemudian Beethoven.Tokoh ini sangat berjasa dalam bidang musik dan orkestra sehingga dinobatkan sebagai urutan yang ke-42 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia yang disusun oleh Michael H. Hart.
no image

Naskah Drama Berdasarkan Cerpen "Jakarta"

Jakarta
Totilawati Tjitrawasita

Pak Pong mengunjungi adiknya di Jakarta. Adiknya merupakan seorang Jenderal. Pak Pong tampak kebingungan karena ia harus mendaftar, padahal seingatnya, adiknya bukan dokter. Pak Pong    : “Semua harus mengisi buku ini? Sekalipun saudara atau ayahnya, umpamanya?”
Penjaga    : “Iya, Tuan. Silakan tulis nama, alamat, dan keperluan.”
Pak Pong   : “Cukup? Dia tau siapa saya.”

Penjaga memeriksa buku tamunya.
Penjaga    : “Tanda tangannya belum, Tuan. Dan alamatnya?”
Pak Pong   : “Begini?”

Pak Pong melamun, membayangkan reaksi adiknya, namun tiba-tiba pintu berderit. Ia berdiri hendak menyambut adik misannya. Namun, yang keluar terjanya penjaga.
Pak Pong   : “Bagaimana?”
Penjaga    : “Duduklah Tuan, duduk saja. Pak Jenderal sedang ada tamu. Tapi saya lihat Pak Jenderal heran melihat nama Bapak disitu.”

Pak Pong kembali duduk, sambil menepuk-nepuk celanyanya yang terkena debu.
Pak Pong   : “Boleh merokok?”
Penjaga    : “Silakan, silakan.”
Pak Pong   : “Mau? Silakan lho!”
Penjaga    : “Oh, tidak terima kasih.”
Pak Pong   : “Baiklah, tapi jangan paggil saya Tuan, ah. Saya bukan Tuan. Orang awam, sama seperti Saudara. Nama saya Waluyo. Orang-orang memanggilku ‘Pak Pong’. Lihat saja nanti, Pak Jenderalmu pasti memanggil aku dengan ‘Pak Pong’ terlalu banyak makan singkong, kalau rakus dikasih teletong. Ooh, sejak kecil kami memang suka berolok-olok.”
Penjaga    : “Tuan, eh Pak Pong petani?”
Pak Pong   : “Petani? Apa potongan saya petani? Bukan! Tapi waktu remaja memang kami suka pencak silat. Rupanya meninggalkan bekas juga, pada potongan tubuhku. Atau karena baju model cina ini ya? Saya, guru SD di Desa Nggesi. Sekolah ini telah menghasilhkan orang-orang besar. Murid saya yang pertama sekolah sudah Kapten, ada juga yang insinyur. Dan Pak Jenderalmu, murid yang paling jempolan. Otaknya tajam sekali.”

Bel mendadak menjerit tiga kali menghentikan dongengnya. Penjaga itu berdiri dengan tergesa-gesa
Penjaga    : “ Tunggu sebentar, mungkin Bapak sudah diperlukan.”

Penjaga nyelonong duduk dan menegurnya, membuyarkan  angan-angan masa lalunya.
Penjaga    : “Pak Pong mau minum apa? Pak Jenderal bilang saya harus menemani Bapak, sebab Pak Jenderal lagi sibuk. Sebentar lagi ad atamu istimewa, Pak Menteri. Minumnya apa, Pak? Juice? Coca Cola?”
Pak Pong   : “Apa saja, boleh. Kopi kalau ada.”
Penjaga    : “Aih, Jakarta panas, kenapa kopi? Tapi apa Bapak Sadudaranya Pak Jenderal? “
Pak Pong   : “Ya, kakak sepupu. Sejak kecil dia yatim piatu. Ibu Bapaknya meninggal kena wabah kolera. Dia dua saudara, adik perempuannya bernama Tinah. Lantas keduanya diambil oleh orang tua kami, dibesarkan dalam kandang yang sama, di Nggesi. Kami memang keluarga petani, tapi dia agak lain, otaknya luar biasa. Sejak kecil dia sudah menunjukkan bakatnya, selalu saja dibuatnya hal-hal yang mengagumkan. Karenanya kami semua bersepakat untuk mengirimnya ke kota, sekolah. Waktu itu kami menjual sapi dan padi untuk ongkos-ongkosnya. Lantas saya waktu sudah jadi guru, saya kirimkan seluruh gaji untuk biayanya, sebab di desa kami kan bisa makan apa saja. Ooh, apa itu Pak Menteri?”

Seperti disengat lebah, penjaga yang didekatnya meloncaat bangun, setengah berlari menyambut tamu yang baru datang dan bergemataran ketika membukakan pintu mobilnya.
Penjaga    : “Langsung saja, Pak.”

Karena gelisah, Pak Pong berdiri berjalan ke arah pintu. Ketika tangannya menyentuh grendel, pintu terdorong dari dalam. Dan penjaga muncul dihadapannya.
Penjaga    : “Kabar baik, Pak, kabar baik. Mereka berdua wajahnya cerah-cerah. Menteri itu banyak duit, alamat saya kebagian rejeki. Oo, jadi Pak Pong ini kaka misan Pak Jenderal, ya? Betul mirip memang, dan Pak Jenderal selalu bangga pada keluarganya. Dalam pidatonya selalu disebut-sebutnya anak desa, penderitaan rakyat, dan perjuangan melawan Belanda.”
Pak Pong   : “Ya, betul. Rumah kami pernah dijadikan markas, waktu zaman gerilya. Masih lama ya, Pak Menteri itu?”
Penjaga    : “Tidak! Asal Bapak Jenderal mau teken, biasanya urusan selesai. Minumnya ditambah lagi ya, Pak?”
Pak Pong   : “Ah, tidak usah.”

Karena mengantuk, Pak Pong tertidur di kursinya. Tiba-tiba didengarnya kembali bel tiga kali. Penjaga menggoncang-goncang bahunya.
Penjaga    : “Giliran untuk Pak Pong. Mari saya antarkan.”

Pak Pong memasuki ruang tamu.
Pak Pong   : “Jo....”
Paijo        : “Hallo, Pak Pong, apa kabar? Saya senang bertemu kaka disini. Bagaimana Ibu, Bapak dan Dik Tinah?”
Pak Pong   : “Baik, baik, Dik, semuanya kirim salam rindu padamu.”
Paijo        : “Kakak tetap saja, penggenbira, awet muda, bajunya potongan Cina.”
Pak Pong   : “Hahaha, kamu bisa saja.”
Paijo        : “Kakak nginap dimana?”
Pak Pong   : “Gambir. Engkau sibuk, Dik? Ada titipan dari Ibu.”
Paijo        : “Dari Ibu? Baiklah, nanti saja. Sebentar lagi saya harus rapat di Bina Graha. Kakak nginap di Gambir? Kalau begitu, biarlah penjaga mengantarkan kakak ke sana. Nanti malam Kakak saya tunggu, makan malam di rumah bersama keluarga.”

Paijo berdiri, mengantarkan kakaknya sampai pintu.
Paijo        : “Eh, kalian, kemari! Tolong antarkan kakakku ke Gambir.”
Sopir        : “Baik, Tuan.”

Mobil merah milik Pak Jenderal meluncur melintasi kota, cepat seperti kilat.
Sopir        : “Gambir sebelah mana, Pak?”
Pak Pong   : “Stasiun.”
Penjaga    : “Stasiun? Kiri apa kanannya, Pak?”
Pak Pong   : “Tidak, di stasiunnya itulah. Jam berapa kereta meninggalkan Jakarta? Saya tidak punya famili disini, kecuali dia. Kasihan adikki, repot sekali kelihatannya. Tentu di rumahnya banyak tamu, sehingga saya tidak kebagian ruang dan waktu. Kasihan adikku, seharusnya saya tidak mengganggunya.”
Penjaga    : “Pak Pong, kalau Pak Pong mau, biarlah kita bersempit-sempit di gubuk saya. Kereta meninggalkan Jakarta baru besok pagi, jam lima. Ada yang jalan sore, tapi karcisnya sepuluh ribu.”
Pak Pong   : “Alhamdulillah. Kamu tidak keberatan, menerima aku satu malam saja?”

Malam itu, Pak Pong berjalan kaki, keliling kota Jakarta, ditemani penjaga.
Pak Pong   : “Bukankah itu mobil Paijo? Jangan-jangan dia menjemput aku? Kami memang sudah berjanji, jam tujuh, makan malam.”
Penjaga    : “Mobil merah ratusan, Pak, jumlahnya disini. Dan malam ini Pak Jenderal ada di istana, menyambut tamu dari luar negeri.”
Pak Pong   : “Istana? Rumahnya Presiden, maksudmu?”
Penjaga    : “Ya, rumah Presiden. Nah itu, lampu-lampu yang gemerlapan itu night club. Tahu night club? Night club, Pak, pusat kehidupan malam di kota ini. Tempat orang-orang kaya membuang duit mereka. Lampunya lima watt, remang-remang, perempuan-perempuan cantik, minuman keras, tari telanjang, dan musik yang gila-gilaan. Pendeknya, yahut!”
Pak Pong   : “Lantas, apa yang mereka bikin, di situ?”
Penjaga    : “Berdansa, bercumbu. Biasa, Pak, Jakarta!”
Pak Pong   : “Astaga, Gusti Pangeran, nyuwum pangapura. Dan adikku apa sering kesitu?”
Penjaga    : “Tidak kesitu, ke Paprika. Tapi sama saja. Masalah karcisnya mahal di sana,             enam ribu!”
Pak Pong   : “Enam ribu? Sama dengan dua bulan gajiku,”
Penjaga    : “Ya memang begitu, Pak. Kehidupan kota jakarta.”
Pak Pong   : “Sepertinya ini lebih baik kuberikan padamu. Kain yang dibatik oleh tangan orang tuaku. Di dalamnya terukir cinta ibu kepada anaknya. Coretan tanah kelahiran yang dikirim untuk mengikat tali persaudaraan!”


Monday, April 11, 2016

no image

Contoh Teks Negosiasi


Makan atau Solat?

Rany      : Van, aku lapar nih. Kamu lapar gak? Makan yuk!
Vandha  : Hmm, aku juga pengen makan, tapi sekarang udah jam dua belas waktunya solat duhur.
Rany      : Trus?
Vandha  : Ya kita solat dulu, Ran.
Rany      : Tapi cacing di perutku udah berteriak-teriak minta makan.
Vandha  : Solat itu lebih penting, Ran. Solat itu tiang agama, jadi mending kita solat dulu aja.
Rany      : Tapi kalau lapar solatnya jadi gak khusyuk. Jadi makan dulu aja, oke? Habis kenyang              sholat kita jadi khusyuk, pahala kita jadi lebih banyak, Van.
Vandha   : Solat dulu aja, Ran. Gimana kalau nanti pas kita makan tiba-tiba nyawa kita dicabut sama        malaikat izroil dalam keadaan kita belum solat. Kita bakalan disiksa di neraka dengan api        yang sangat panas. Sereemmmmm ><
Rany       : Tapi gimana kalau waktu solat kita mati kelaparan trus kita masuk koran “Dua Orang              Pelajar Ditemukan Tewas Mengenaskan di Masjid karena Kelaparan” 
Vandha   : Bagus dong, Ran.
Rany        : Bagus apanya?
Vandha    : Kita mati waktu solat dan kita juga jadi terkenal, haha.
Rany        : Terserah deh.
Vandha   : Yaudah solat yuk!
Rany        : Iya iya, yaudah deh ayo cepetan!
Vandha   : Santai aja dong, Ran.
Rany        : Semakin cepat kita solat, semakin cepat kita makan.
Vandha    : -_________________________________-






Oleh :
1.       Rany Febriyanti Nurrachma Dewi    (25)

2.       Vandhana Prasasti Salsabila             (33)
Albert Einstein, sang Jenius dari Kerja Keras

Albert Einstein, sang Jenius dari Kerja Keras



TUGAS BAHASA INDONESIA
 
Tokoh Idola
Albert Einstein
Penemu Teori Relativitas


Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Albert Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman pada 14 Maret 1879 . Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Keluarga mereka keturunan Yahudi. Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya.
Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.
Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.
Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.
Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun, Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya..
            Pada bulan Juni ia menyimpulkan rumus termansyurnya yaitu E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya, baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti terganggu. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.
Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya teori relativitas umum dan khusus digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.



1.   Identitas tokoh:
           Albert Einstein, lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Württemberg, Jerman. Dia berasal dari keluarga berketurunan Yahudi. Dia adalah orang yang terbelakang, namun dia tetap berprestasi di sekolahnya. Setelah dinyatakan luluspada usia 21 tahun, dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern dan dia tetap mengembangkan ilmu fisikanya hingga dia menyimpulkan rumus terbaiknya, yaitu E=mc2. Pada tahun 1933, dia dan keluarganya pindah ke AS karena khawatir kegiatan ilmiahnya terganggu. Albert meninggal pada tanggal 18 April 1955.

2.   Keunggulan tokoh
           Keuletan yang dapat mengubah kehidupannya menjadi tersohor, sabar dalam menjalani kehidupan, dan mengembangkan sesuatu yang ingin ia mengerti.

3.   Hal-hal yang dapat diteladani:          
           Dia telah membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih setiap orang, asalkan orang itu mau berusaha untuk membuat kehidupannya lebih baik.

                                                                                    Nama: Ananta Bryan Tohari Wijaya
                                                                                    No. Absen: 04
                                                                                    Kelas: VII A